SAGA FM

Radio Sagaranten Sukabumi

Lorem ipsum dolor sit amet, nisl elit viverra sollicitudin phasellus eros, vitae a mollis. Congue sociis amet, fermentum lacinia sed, orci auctor in vitae amet enim. Ridiculus nullam proin vehicula nulla euismod id. Ac est facilisis eget, ligula lacinia, vitae sed lorem nunc. Orci at nulla risus ullamcorper arcu. Nunc integer ornare massa diam sollicitudin.

Lorem ipsum dolor sit amet, nisl elit viverra sollicitudin phasellus eros, vitae a mollis. Congue sociis amet, fermentum lacinia sed, orci auctor in vitae amet enim. Ridiculus nullam proin vehicula nulla euismod id. Ac est facilisis eget, ligula lacinia, vitae sed lorem nunc.

Asal Usul Nama Sagaranten Sukabumi: Sagara Intan

sagaranten - radarsukabumi.com
foto: radarsukabumi.com
Di wilayah Kecamatan Sagaranten Kabupaten Sukabumi, ada sebuah kampung yang disebut kampung Cidolog. Dinamakan kampung Cidolog karena wilayah tersebut dilewati oleh sebuah sungai yang bernama sungai Cidolog.

Di sungai tersebut ada se buah curug (air terjun) yang bernama Curug Caweni, karena Curug tersebut berbentuk sebuah arca atau patung yang menyerupai seorang perempuan.

Masyarakat Cidolog banyak yang tahu tentang cerita nenek moyangnya secara turun temurun, hal ini ada kebiaasan atau budaya untuk menceritakan hal -hal yang pernah terjadi atau dongeng secara lisan kepada ana k cucu mereka.

Dalam hal ini ada satu kebiaasaan dalam melestarikan tradisi lisan, budaya tersebut sangat bermanfaat bagi pelestarian mengenai cerita-cerita rakyat baik berupa dongeng, legenda mitos dan sebagainya.

Konon ceritanya di jaman dahulu ada seorang putri dari keraton Pjajaran Cirebon yang dituduh dengan sebab-musabab yang belum diketahui dan setiap penduduk tidak tahu perihal permasalahannya.

Karena keberaniaanya yang kuat putri Padjajaran tersebut pergi tanpa tujuan yang pasti (melakukan pengembaraan) sehingga selama perjalanannya tersebut, putri Padjajaran tersebut sampailah di sebuah kampung yang bernama Cidolog dan mulai menetap di sana.

Karena parasnya yang cantik banyak sekali pemuda yang tertarik padanya, tetapi tidak seorang pemuda pun yang berani untuk mendekatinya apalagi untuk merayunya, karena mereka telah mengetahui asal-usul sebenarnya putri itu.

Selain itu ia mempunyai suatu kelebihan berupa kesaktian yang dapat mengeringkan sagara (sungai).

Suatu hari, ia mengeringkan sebuah sagara dan dari dasarnya banyak terdapat intan permata, sehingga orang -orang yang melihatnya berebut untuk mengambilnya. Kejadian tersebut akhirnya mulai tersebar di seluruh kampung dan menjadi bahan pembicaraan setiap orang.

Karena kejadian tersebut, akhirnya daerah tersebut dinamakan Sagaranten yang diambil dari kata sagara dan intan yang sekarang menjadi sebuah kecamatan bagian dari wilayah Kabupaten Sukabumi. (dari berbagai sumber).*

Read more ...

Kecamatan Sagaranten Sukabumi: Daerah Pertanian, Perkebunan, Hutan, dan Tambang

Potensi yang bisa dilihat di Kecamatan Sagaranten adalah Pertanian, Perkebunan, Perhutani, dan Pertambangan

Sejumlah desa yang ada di Kecamatan Sagaranten antara lain, Sagaranten, Pasanggrahan, Cibitung, Curug Luhur, Gunung Bentang, Sinar Bentang, Margaluyu, Hegarmanah, Datarnangka, Cibaregbeg, dan Puncak Manggis. Sebelas desa tersebut memenuhi luas Kecamatan Sagaranten sekitar 11.010, 18 Ha.

Jumlah penduduk yang ada di Kecamatan Sagaranten lebih kurang 49.993 ribu. Kebanyakan kerja di sektor manakah para penduduk Sagaranten?

Sebelum membahas ini baiknya melihat dulu batas wilayah yang ada di Kecamatan Sagaranten. Dilihat dari batas wilayah, sebelah utara dari Kecamatan

Sagaranten adalah Kecamatan Purabaya, batas selatannya adalah Kecamatan Cidolog dan Cidadap. Sebelah timurnya adalah Kecamatan Curugkembar dan sebelah selatannya adalah Kecamatan Pabuaran.

Sementara itu, dari karakteristik pekerajaan masyarakat Sagaranten sudah dapat dilihat potensi yang berkembang di wilayah ini. Apakah potensi tersebut?

Potensi pertama adalah pertanian. “Hampir menyeluruh desa di Kecamatan Sagaranten berpotensi pada pengembangan sektor pertanian,”tuturnya.

Baik lahan sawah maupun komoditi hasil pertanian darat dikembangkan oleh masyarakat di wilayah ini. “Baik padi maupun komoditi lainnya, jika sudah saat panen maka dijual oleh masyarakat ke pasar-pasar tradisional yang ada di wilayah kami, juga ada yang dibawa ke daerah Sukabumi juga Bogor, Cianjur, dan
lain sebaginya,”terangnya.

Potensi lain yang juga tampak mencolok di Kecamatan Sagaranten adalah meluasnya kebun karet khususnya di Desa Sagaranten. “Kebun karet yang ada kebanyakan milik swasta. Oleh masyarakat karet didapatkan dari pohon karet yang kemudian disadap. Hasil penyadapan inilah lalu dijual oleh perusahaan perkebunan untuk dijadikan komoditi produk yang lebih berdayaguna.

Di bidang kehutanan, Sagaranten juga merupakan wilayah yang masuk kawasan hutan milik Perhutani KPH Sukabumi.

Sejumlah desa di wilayah Sagaranten masuk binaan desa hutan. Masyarakatnya yang dibina oleh perhutani juga diajak kerja sama untuk melakukan program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM). Juga masuk dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan. Mereka membudidayakan tanaman-tanaman yang diperbolehkan oleh pihak

Perhutani untuk ditanam. Hasilnya, tentu bisa dijual oleh masyarakat untuk kebutuhan keluarga.Adapun desa yang memiliki kawasan Perhutani adalah Puncak Manggis, Pasanggrahan, Gunung Bentang, Sinar Bentang, dan Curug Luhur.

Satu lagi potensi yang juga layak untuk dikembangkan di Kecamatan Sagaranten. Yakni, kawasan pertambangan. Desa seperti Curug Luhur beberapa wilayahnya menyimpan potensi pengembangan galena. Dan ini sudah mendapat izin eksplorasi. Kandungan yang terdapat di dalamnya adalah logam.

Sementara itu, dengan berbagai potensi yang ada di wilayahnya dapat dikelola dengan baik sehingga semuanya itu digunakan untuk sebesar-besarnya kepentingan masyarakat dengan mengikuti kaidah yang telah diterapkan. Mengenai program Kecamatan Sagaranten, Camat Sagaranten, Tamtam Alamsyah,
S.IP menjelaskan pertama, pengembangan sektor pertanian terutama padi.

Sehubungan Sagaranten termasuk pemasok beras terbesar ke Sukabumi dan mayoritas masyarakat bermatapencaharian bertani kendalanya masih banyak lahan sawah tadah hujan solusinya diusulkan agar dibangunnya Bendungan Cikaso.

”Dengan harapan bisa mengairi sawah tadah hujan sehingga dapatmeningkatkan produksi beras dan menanggulangi kekurangan air sewaktu musim kemarau,”harapnya.

Program kedua, mendorong perkembangan pertambangan dalam hal ini batu sabun yang bisa mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ketiga, adalah pengolahan hasil hutan rakyat dalam bentuk kayu.”Adapun untuk ini program yang sudah dilaksanakan adalah penanaman 1 miliar pohon oleh Pak Gubernur Jawa Barat dan telah memecahkan rekor Muri,” jelasnya. Semua itu juga untuk aplikasi yang selaras dalam mengembangkan visi misi Bupati
Sukabumi, H Sukmawijaya dan Wakil Bupati, H Akhmad Jajuli. (Didiet Rahma Aditya/Radar Sukabumi).*

Read more ...

Profil Kecamatan Sagaranten Kabupaten Sukabumi

Profil Kecamatan Sagaranten Kabupaten Sukabumi
Secara topografis Kecamatan Sagaranten terletak pada ketinggian 450 meter diatas permukaan laut. Wilayahnya meliputi dataran tinggi dan berbukit. Keadaan topografis yang demikian menyebabkan sulitnya dilalui kendaraan roda empat bahkan beberapa daerah sulit pula dilalui kendaraan roda dua. Sangat banyak sember daya alam yang ada di Sagaranten ini mulai dari hasil hutan, pertanian bahkan pertambangan.

Batas wilayah Kecamatan Sagaranten Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat adalah sebagai berikut:

  1. Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Purabaya 
  2. Sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Cidolog 
  3. Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Curug Kembar 
  4. Sebelah Barat berbatasan dengan kecamatan Pabuaran 
Luas wilayah Kecamatan Sagaranten Kabupaten Sukabumi 12.205,47 Ha yang terdiri dari 11 Desa, yaitu:
1. Desa Sagaranten : 1.0875,5 Ha
2. Desa Pasanggrahan : 1.100,8 Ha
3. Desa Cibitung : 404,4 Ha
4. Desa Margaluyu : 571,5 Ha
5. Desa Gunung Bentang : 419 Ha
6. Desa Sinar Bentang : 485,6 Ha
7. Desa Curug Luhur : 2.009,3 Ha
8. Desa Hegar Manah : 933,01 Ha
9. Desa Datar Nangka : 1.284,4 Ha
10. Desa Cibaregbeg : 1.150,47 Ha
11. Desa Puncak Manggis : 2.759,05 Ha

Read more ...
 

different paths

college campus lawn

wires in front of sky

aerial perspective

clouds

clouds over the highway

The Poultney Inn

apartment for rent